[Puisi] Gila, Mengapa Tak Kau Rengkuh Aku Ketika Aku Penuh Madu

Yaay, buku #LoveNeverFails ku nyampe! Ada tulisanku kolaborasi ama @siputriwidi

Gustian memerhatikan lewat cermin. Keningnya berkerut. Dirasainya ada yang berbeda. Sembari mendecak, tangannya berusaha meraba punggungnya.
“Aneh, kenapa di punggungku sekarang tahi lalatnya bertambah banyak?” Gustian merenung. Namun kemudian ia tak ambil pusing. Ia buru-buru. Hari ini ada acara penting.

Sebagai calon bupati, jadwalnya cukup padat. Selain berpidato di beberapa tempat, ia juga…

View On WordPress

image

Dendi terduduk dengan nafas yang memburu. Air matanya telah kering. Tinggal jejak mengilat ditimpa cahaya. Ingusnya pun telah mengerak. Sejalan dengan mulutnya yang sedari tadi terbuka tanpa suara.

Biasanya, mungkin orang akan tergugah untuk menolongnya. Sekadar mendiamkan tangisan bocah yang belum genap dua tahun tersebut. Tapi kali ini semua sibuk dengan urusan masing-masing.

Dendi melihat…

View On WordPress

Warung Bakso Mak Indun

Tiba-tiba nama Mak Indun ramai diperbincangkan. Sejak ia kembali dari entah, lantas membuka warung bakso, warga kampung berebut membeli baksonya.

Perempuan Berparas Sama

Aku melempar kailku jauh ke tengah. Sepagi ini, Danau Maninjau masih dilalap kabut. Sengaja…

View Post

MELAHIRKAN API

Story: @sulunglahitani
Photo: @smile_badwolf

Biasa hening, sebuah rumah tua mendadak bising. Beberapa hari belakang, seorang perempuan mengisi satu sudut kumuh rumah tua tersebut.


Rambutnya masai. Meski berlumur daki, parasnya dulu sungguhnya cantik. Namun matanya, duh, berkobar api siap membakar. Dia sibuk menenangkan bayinya yang menangis.


“Ssh.. Ssh.. Diamlah, Nak,” bisiknya sabar ke telinga bayi.


Sembari menggendong bayi, tangan lainnya membuka air mineral. Diangsurkannya ke mulut bayi yang mengeak. Payudaranya telah lama tak berair, kering tak bersusu. Kelar melepas dahaga, diangkatnya bayi menghadap foto usang lelaki yang ditempel di dinding.


“Ingatlah wajah itu, Nak. Kelak jika kau dewasa, temukan dia. Habisi dia. Karena namamu, Dendam.”

#cerita_instagram #flashfiction

Ling selalu merasa kalau dirinya bukanlah
bagian dari keluarga besar Tien. Pikiran
buruk tersebut makin sering bergaung di
liang kepalanya belakangan ini.

Keluarga besar Tien mahsyur akan paras
mereka yang rupawan. Bila ketampanan
para pria tak jauh dari…

Lihat Tulisan